Cari Disini

Mengidentifikasi komponen dan cara kerja Hard Disk Drive

HARD DISK DRIVE

Mengidentifikasi komponen dan cara kerja Hard Disk Drive.


A. HARDDISK DRIVE




Hard disk drive (harddisk) merupakan memory non volatile, yang berfungsi sebagai media storage data yang berkapasitas besar. Komponen ini membutuhkan catu daya sebesar 12 Volt & 5 Volt arus DC murni. Penyimpanan datanya secara proses magnetisasi pada plattter dan head magnetic.



Kalau prosesor disebut dengan otak komputer, maka hard disk drive (atau biasa disebut harddisk) bisa disebut sebagai jantung komputer yang mendistribusikan berbagai data yang dibutuhkan.
Dengan adanya harddisk pengguna bisa menyimpan, merubah dan menggandakan file berisi data mereka lewat komputer.
Beberapa fakta yang bisa menjadi pegangan untuk memahami sebuah hard disk adalah :
1. Hard disk mampu menyimpan data dalam waktu yang lama
2. Kapasitas simpan sebuah Hard disk terus meningkat dari waktu ke waktu namun ukuran fisik sebuah hard disk relatif tetap.
3. Makin cepat sebuah hard disk berputar maka makin cepat sebuah data bisa di akses dan ditransfer
4. Semakin besar kapasitas harddisk beredar di pasar maka kapasitas di bawahnya akan semakin turun harganya

B. CARA KERJA HARD DISK DRIVE
Pada prinsipnya hard disk menyediakan kebutuhan peyimpanan data dari sebuah komputer. Hal itu dilakukan dengan cara menyimpan data tersebut dalam sebuah space magnetis di atas permukaan yang berputar berupa piringan (disk) yang bersalut materi magnet pula. Teknologi penyimpanan data dalam space magnetis seperti ini sebenarnya sudah cukup lama digunakan. Sejak jaman penyimpanan lagu daLam piringan hitam serta kaset-kaset pada jaman dahulu teknologi seperti ini sudah dikenal. Perbedaannya pada hard disk dialami penyempurnaan dan peningkatan kemampuan simpan.
Piringan magnetis dalam hard disk digunakan untuk menyimpan data digital dengan memberi penandaan pada tiap bagian hard disk. Masing-masing bagian yang sudah dan belum akan diberi penandaan dengan spot magnetis. Data disimpan dalam piringan magnetis setelah dirubah dengan penandaan biner dan diwakili oleh angka 0 dan 1.
Dalam sebuah hard disk umumnya ada sebuah drive dengan piringan (disk/platter) yang berputar. Sebuah hard disk berkapasitas tinggi umumnya memiliki beberapa disk berdameter 3,5 inchi dan mampu menyimpan data pada kedua sisinya. Dalam ruangan yang sama terdapat motor yang memutar piringan dengan kecepataan antara 4500 sampai 15000 rotation per minute (RPM)
Sebuah hard disk juga menggunakan alat bernama head yang digunakan untuk membaca dan menulis data dari masing-masing permukaan disk. Penggerak dengan sebuah lengan mengendalikan head ini untuk tetap berada pada posisi tertentu pada permukaan disk. Bila ada lima disk dalam sebuah hard disk maka akan ada sepuluh head dengan sepuluh lengan berbeda yang mengendalikannya.
Hard disk akan merekan data dalam putaran konsentris yang biasa disebut dengan track. Dalam tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Dapat dibayangkan bahwa track dapat diartikan sebagai sebuah rak buku dimana tiap segmennya diartikan sebagai buku-buku di dalamnya. Kalau sistem operasi (SO) membutuhkan file yang terletak dalam track dan sektor tertentu maka permintaan tersebut akan diteruskan lewat lengan pengendali head ke posisi track dan sektor tertentu dimana data disimpan.



C. PROSES BACA DAN TULIS HARDISK
Saat sistem operasi mengirim data ke hard disk untuk disimpan maka drive pada hard disk akan terlebih dahulu melakukan perhitungan data dengan rumus matematis yang kompleks untuk menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut. Dengan konversi ini maka data bisa disimpan dengan lebih efisien. Selain itu ketika nanti data tersebut dibutuhkan kembali tambahan bit tersebut mampu mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak karena variasi dari ruangan magnetis yang lebar.
Selanjutnya head akan digerakkan menuju track tertentu di atas disk (platter) untuk melakukan baca dan tulis. Waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan head dari satu track ke track yang lain inilah yang disebut dengan seek time. Setelah berada pada track yang benar head akan menunggu sampai berada pada sektor tertentu untuk membaca dan menulis data. Untuk menulis data, head akan menunggu sampai berada pada sektor yang belum terisi. Saat membaca head akan menunggu sampai berada pada sektor di mana data disimpan.
Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu berada pada sektor yg tepat ini sering disebut sebagai drive latency. Semakin kecil nilai seek time dan latency maka akan semakin tinggi kinerja sebuah hard disk. Saat head berada pada sektor yang tepat untuk menuliskan data maka sebuah pulsa elektronik akan disalurkan lewat head menuju piringan. Pulsa elektronik tersebut menghasilkan tempat tertentu diatas disk untuk menyimpan data.

D. KECEPATAN PUTAR HARD DISK DRIVE
Kecepatan putar hard disk drivepada jaman awal sekitar 3.600 RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4.500 RPM, 5.400 RPM dan 7.200 RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah hard disk drive dengan kecepatan 10.000 yang digunakan pada harddisk SCSI.

E. KAPASITAS
Kapasitas harddisk yang ada pada saat ini adalah 10 GB, 20 GB, 40 GB, 80 GB, 100 GB, 160 GB. Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB, dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200 GB dengan kecepatan 7.200 RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300 GB dengan kecepatan 5.400 RPM. Sementara, kapasitas hardi disk SCSI sudah lebih dari 200 GB. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer.
Persamaan untuk menghitung kapasitas hard disk drive :
Capacity data = (Cylinder * Sector * Head ) * 512

F. INTERFACE (CONTROLLER) HARD DISK



1. Advanced Technology Attachment (ATA) atau IDE (Integrated Drive Electronics)
Standar lama yang masih ada. Koneksi dengan kabel pipih 80 pin interface. Kontroler ATA ini mampu menangani transfer data sampai dengan 8,3 MB/detik sementara kontroler ATA-2 mampu bekerja lebih cepat dengan transfer maksimum mencapai 16,6 MB/detik. Meski tidak ada yang membuatnya menjadi standar resmi namun banyak produsen hard disk yang mengadaptasi Ultra DMA-33 dan Ultra DMA-66 untuk produk mereka. Masing-masing kontroler ini mampu bekerja dengan maksimum transfer 33MB dan 66MB/detik. Baru-baru ini Seagate memasarkan produk mereka dengan kontroler Ultra ATA-100 yang ditujukan khusus untuk menyaingi teknologi SCSI dan pemakaian hard disk secara paralel (RAID) pada server.

2. SCSI (Small Computer Standard Interface)
Kecapatan transfer 160 mb/detik. SCSI biasanya digunakan untuk system server, yang menuntut kinerja tinggi. Sistem SCSI dikenal dengan teknologi RAID, sistem penyusunan, penulisan, keamanan dengan beberapa HD.
RAID (Redudancy Array of Independent Disk), merupakan sekumpulan disk drive yang dianggap oleh OS sebagai drive tunggal. Recovery dan security menjadi prioritas.

3. SATA
SATA adalah singkatan dari Serial ATA. Selama ini apa yang disebut ATA merupakan transmisi paralel. Oleh sebab itu, dengan keluarnya Serial ATA, ATA yang ada sebelumnya disebut juga Paralel ATA.
Perbedaan yang sangat mencolok antara Paralel ATA dengan Serial ATA adalah penampilan kabel keduanya. Jika Paralel ATA memiliki kabel yang sangat lebar, sebaliknya lebar kabel Serial ATA hanya 8 mm saja. Jauh lebih kecil dibandingkan kabel Paralel ATA. Panjang kabel pun berbeda, maksimal panjang kabel Paralel ATA hanya 45 cm. Serial ATA mampu melakukan transmisi dengan panjang kabel sampai 1 meter.
Setiap satu kabel Serial ATA hanya dapat digunakan untuk koneksi satu buah perangkat saja. Sehingga bandwidth transmisi dapat lebih maksimal pada Serial ATA dibandingkan Paralel ATA. Bila port yang disediakan motherboard tidak mencukupi, maka Anda dapat menggunakan SATA Expander.
Pada versi Serial ATA yang pertama yaitu SATA 1.0, kecepatan maksimal transmisi adalah 150 MB/detik. Kecepatan ini meningkat pada versi SATA II yang diluncurkan tahun 2004 lalu, yaitu mencapai 300 MB/detik. Dan rencananya pada tahun 2007, akan ditingkatkan lagi menjadi 600 MB/ detik.
Selain berbeda kabel data dengan ATA, SATA juga menggunakan kabel power yang berbeda dengan ATA. Bentuk kabelnya hampir sama dengan kabel data, hanya saja lebih panjang sedikit.
Bila Anda memiliki harddisk ATA, namun ingin menggunakan transmisi SATA, maka Anda dapat memasangkan SATA adapter pada harddisk.

Yang Berhubungan



No comments: